Monday, October 16, 2006 | 6:34 PM

kayu nangka


Ada kayu yang banyak digunakan sebagai material pembuat rumah, selain jati, yaitu nangka. Di Kawasan Kemanggisan, kayu nangka biasa digunakan sebagai pilar rumah. Sebab, selain kuat kayu nangka juga tahan rayap. Tapi di rumah kami, kayu nangka digunakan sebagai pintu kamar mandi.

Pada tahun 1970, sebatang pohon nangka berdiri kokoh di halaman rumah mertua, yang kini kami tempati bersama isteri dan dua anak kami. Karena baru membangun kamar mandi, perlu sebuah pintu. Dulu, belum ada pintu kamar mandi dari bahan stainles atau fiber seperti sekarang, yang banyak dijual di toko bangunan. Pilihan satu-satunya ya, pada sebatang pohon nangka yang tumbuh di halaman rumah.

Pohon nangka itu harus rela ditebang. Tukang tebang pohon, banyak keliling kampung dengan membawa peralatan seadanya seperti golok dan gergaji tangan. Mereka menjual jasa pemotongan dengan upah beberapa ratus rupiah. Tukang tebang itu, memberikan jasa dari mulai menebang hingga menjadikan lempengan kayu siap pakai.

Nah, pintu kamar mandi di rumah yang berukuran 1X 2 meter itu, terbuat dari satu batang pohon nangka. Dari pokok sampai pangkal, yang dibelah menjadi tiga bagian. Masing-masing kemudian disambung hingga menjadi satu pintu utuh.

Kayu nangka, adalah kayu favorit banyak orang di Kemanggisan, dan juga Jakarta umumnya. Sekarang, tak banyak ditemui lagi pohon itu. Di rumah kami, pintui kamar mandi itu menjadi "memorabilia" untuk sebatang pohon dan riwayat yang menyertainya.

Image hosted by Photobucket.com

0 comments